You are currently browsing the category archive for the ‘komunikasi’ category.
Wilayah Indonesia terdiri atas ribuan pulau-pulau besar dan kecil, membujur dari barat ke timur dan melintang dari utara ke selatan garis khatulistiwa. Pulau-pulau ini dikelilingi laut lepas dan dihiasi teluk serta selat. Banyak potensi yang terpendam dan bisa dikembangkan dari ribuan pulau kecil yang ada.
Pulau kecil saat ini telah menjadi bagian dimensi kewilayahan sejalan dengan kerangka pembangunan untuk semua. Dalam dimensi kewilayahan, setiap provinsi, setiap kabupaten/kota, adalah pusat-pusat pertumbuhan yang harus bisa memanfaatkan segala potensi daerahnya masing-masing, baik sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun letak geografisnya. Baca entri selengkapnya »
Berbagai survei tentang kondisi gizi di Indonesia menunjukkan bahwa anak balita, anak usia sekolah, ibu hamil dan menyusui memiliki potensi besar mengalami kekurangan gizi. Penyebabnya antara lain tingkat daya beli atas produk pangan bermutu dan bergizi serta minimnya pengetahuan untuk mengolah bahan makanan dengan baik serta bergizi.
Penelitian World Health Organization (WHO) memperkirakan 54 persen kematian bayi dan anak berlatarbelakang akibat gizi buruk. Tak berlebihan jika kemudian dinyatakan bahwa gizi buruk berpotensi mengakibatkan kehilangan generasi (lost generation). Pada masa balita, perkembangan otak tidak bisa diperbaiki bila mereka kekurangan gizi. Demikian pula ibu hamil yang secara fisiologis sedang dalam kondisi tidak normal, janin yang dikandung akan menerima akibat buruk bila ibu kekurangan gizi. Bila ini terjadi, pertumbuhan fisik dan itntelektualitas bayi akan terganggu. Dan mereka menjadi sumber generasi hilang. Baca entri selengkapnya »
Saat ini informasi sudah bukan barang asing lagi. Hampir setiap hari limpahan informasi dapat ditemukan di mana pun. Masyarakat begitu
mudah memperoleh informasi dari berbagai sumber. Diantara ribuan informasi yang ada dan ditampilkan oleh media ada yang sengaja dipertahankan, disebarluaskan dan juga ada yang tinggal disampaikan apa adanya tanpa dikurangi atau dilebih-lebihkan.
Akan tetapi,luberan informasi di layar televisi, teks surat kabar, atau kata-kata radio sering kali bersifat kontradiktif dengan pemahaman, nilai, pola pikir (mind-set), maupun tradisi keseharian masyarakat. Bahkan, kontrol atas informasi yang kontradiktif ini terkadang tidak dimiliki sepenuhnya oleh masyarakat sebagai konsumen informasi. Baca entri selengkapnya »
Menyoal Media Plat Merah, “Media” Milik Pemerintah (2)
Ada pertanyaan menarik dari seorang jurnalis ibukota, apakah media yang dikeluarkan pemerintah itu dibaca? Kebetulan saya sebagai salah satu “aktivis media plat merah”, kalau bisa disebut sebagai media pemerintah. Sejenak saya diam, maksud hati ingin membalas dengan pertanyaan yang jauh lebih spesifik, Berapa kali tulisan anda dimuat oleh redaktur dalam seminggu? Apakah tulisan anda dalam media juga dibaca oleh orang-orang yang berlangganan atau membeli media anda?
Tapi hal itu saya urungkan, saya malah cuma merendah, sambil menjawab bahwa media yang kita kelola itu sebenarnya seolah media internal -sekalipun saya tak yakin-. Jadi pembacanya memang spesifik orang tertentu saja sekalipun disebarkan ke sejumlah daerah. Pembacanya Baca entri selengkapnya »
di tengah makin beragamnya sumber informasi (multy source information), banyak instansi pemerintah yang telah mengembangkan media berita baik dalam bentuk tercetak maupun dalam format elektronik dan multimedia.
Reformasi telah mengubah peta kompetisi dan kepemilikan media massa di Indonesia. Sejak keran kebebasan pers dibuka yang diiringi deregulasi di bidang pers dan penyiaran, dunia informasi dan komunikasi serta media massa boleh dikatakan mengalami booming. Di Indonesia masa lalu hidup dan perkembangan media cetak sulit bisa dibayangkan karena adanya peraturan tentang SIUPP. Izin untuk menerbitkan koran, misalnya, bisa mencapai ratusan juta rupiah, sehingga tak semua pihak memiliki kesempatan untuk menerbikan media cetak. Baca entri selengkapnya »

Komentar Terakhir