You are currently browsing the daily archive for Februari 20, 2011.
Situasi yang mendadak sering membuat kita tidak dapat berpikir dengan baik sehingga menimbulkan kecemasan. Di kalangan pedagang telur Blitar, Jawa Timur sempat dikenal istilah harga panik. Harga telur di bawah standar karena pemasaran yang sulit akibat harga yang cenderung turun dan jangkauan pasar pedagang telur yang tidak terlalu luas. Padahal pedagang telur ini harus membayar kepada peternak karena mereka memberikan tempo bayar yang berkisar 3 hari bahkan 1 minggu. Jadi ketimbang dianggap pedagang yang tidak kredibel oleh peternak, akhirnya telur dijual ke sesama pedagang lokal dengan harga panik.
Tapi kepanikan musiman bukan hanya milik pedagang telur Blitar. Kepanikan juga terjadi kala bencana. Jika anda ditanya, apa yang akan anda lakukan saat terjadi gempa? Mungkin ada beberapa alternatif jawaban muncul. Saat berada dalam gedung, tentu anda bisa berlindung di bawah meja yang kuat atau mencari tempat yang aman sembari melindungi kepala.
Jika di jalan segera berhenti dan mencari tempat yang lapang. Semua jawaban akan mudah disampaikan karena belum mengalami kejadian gempa. Lantas apa terjadi ketika gempa sesungguhnya terjadi. Refleks pertama yang dilakukan adalah berteriak. Lantas jika sedang berada dalam gedung biasanya terburu-buru lari keluar. Tak peduli gempa sudah selesai atau belum. Padahal tindakan itu bisa membawa celaka karena saling berebut dan buru-buru ke luar gedung. Banyak yang pingsan, cidera dan mengalami luka karena terinjak-injak. Meskipun kejadian gempa berulang kali terjadi, kepanikan masih terjadi. Hal yang mengherankan, penghuni gedung tinggi yang relatif berpendidikan cukup, tetap saja berlomba turun melalui tangga darurat saat gempa terjadi. Dalam keadaan panik yang berlebihan seseorang dapat melakukan hal-hal nekat yang membahayakan diri dan orang lain.
Panik bukan hanya terjadi saat bencana, dalam keseharian panik pasti akan selalu ada. Bahkan David Fincherd, Baca entri selengkapnya »

Komentar Terakhir