Perdebatan tentang besaran angka kemiskinan di Indonesia tampaknya tidak perlu diperpanjang. Hal terpenting adalah ada data awal yang bisa digunakan dan pemerintah menunjukkan keseriusan untuk menangani kemiskinan dengan kebijakan yang komprehensif. Mengatasi akar masalah kemiskinan dan berusaha menjaga agar setiap warga yang miskin mendapatkan akses pendidikan dan kesehatan dasar agar bisa memutus rantai kemiskinan.
Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia, Suahasil Nazara, menyatakan kemiskinan mempunyai banyak dimensi yang kerap tidak terwakili dalam data statistik. Lantaran kompleksitasnya, penanganan kemiskinan perlu dilakukan secara komprehensif. Dari 6,8 miliar jumlah penduduk dunia, 20%-nya atau 1,3 miliar di antaranya adalah orang miskin.Namun demikian upaya memberdayakan masyarakat dalam setiap kegiatan peningkatan kesejahteraan seolah hanya program di atas kertas belaka. Memang kondisi Indonesia membutuhkan pendekatan yang khas agar pelaksanaan penanganan kemiskinan berhasil. Selama ini dukungan database yang valid agar dapat dimonitor perkembangan dan perubahan kondisi masyarakat secara bertahap dari pusat hingga daerah belum terkelola dengan baik.
Tim Nasional Penanggulangan Kemiskinan yang konon diformat ulang dengan kendali khusus Wakil Presiden, agar target pengentasan bisa lebih fokus tampaknya juga terjebak dengan rutinitas program tanpa breaking trough, terobosan yang berarti. Pada dasarnya, masyarakat miskin di Indonesia memerlukan akses yang lebih baik untuk mendapatkan makanan, air bersih, pelayanan kesehatan dasar dan pendidikan. Masyarakat miskin juga membutuhkan jalan dan infrastruktur lain untuk mendukung aktivitas ekonomi, dan membuka akses pasar untuk menjual produksi mereka.
Esensi program penanganan kemiskinan memang cukup banyak dan beragam, bahkan ada yang secara esensial diarahkan memutus rantai kemiskinan dengan pendidikan dan kesehatan. Namun apa lacur bahwa kerja program tersebut hanya terkoordinasikan dalam hal laporan saja, di lapangan tidak semua tampak sinergis. Padahal penanggulangan kemiskinan harus melibatkan multi sektor serta membutuhkan keseriusan terus menerus karena kompleksitas permasalahan dan keterbatasan sumberdaya yang dihadapi masyarakat miskin.
Upaya penanggulangan kemiskinan tidak hanya ditujukan untuk memutus lingkaran kemiskinan ekonomi saja, akan tetapi juga harus dikaitkan dengan upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan membentuk generasi yang lebih cerdas dan tangguh di masa depan. Apa memang harus mengubah kata penanganan kemiskinan, sebab dengan penanganan seolah membiarkan bahwa kemiskinan harus selalu ada agar setiap tahun program bisa tetap dijalankan?

Tinggalkan komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini