You are currently browsing the monthly archive for Oktober 2010.
Kemajemukan bangsa Indonesia begitu nyata tercermin dalam keseharian manusia Indonesia. Mulai dari warna kulit, ras, etnik, agama, bahasa, adat tradisi, ideologi politik, hingga status sosial. Banyak negara di dunia yang mengakui betapa sulitnya untuk menciptakan kebersamaan atau bahkan kekuatan dari karakter bangsa yang majemuk.
Belum lama ini, Kanselir Jerman Angela Merkel mengungkapkan bahwa segala upaya menciptakan masyarakat majemuk budaya di Jerman gagal. Menurutnya membiarkan masyarakat dari latar belakang budaya yang berbeda untuk hidup berdampingan tanpa membaur ternyata tidak berhasil di negaranya.
Bagaimana dengan Indonesia? Baca entri selengkapnya »
Setiap komunitas di Indonesia mengembangkan beragam kelembagaan sosial sesuai tuntutan lingkungan dan dinamika sosial politik. Selain sebagai salah satu strategi adaptasi dalam bermasyarakat, kearifan lokal itu juga menjadi ciri suatu masyarakat yang penting dalam pemberdayaan dan pembangunan sosial.
Dalam bidang hukum misalnya, kearifan lokal dalam bentuk hukum adat bisa memperkaya sistem hukum dan peraturan bahkan menjadi bagian penting dari upaya pembaruan materi hukum nasional. Tak hanya itu, keberadaan hukum adat dan kearifan lokal secara natural memiliki nilai rekat sosial yang bisa diterima mayoritas kelompok dalam masyarakat Indonesia yang memiliki sistem nilai dan kebudayaan majemuk.
Hukum lokal, sebenarnya mengandungi substansi nilai kearifan. Aturan lokal yang dimuat dalam hukum lokal, merupakan benteng terakhir dari degradasi nilai kearifan. Namun, hukum lokal yang ditujukan untuk penciptaan tertib sosial di wilayah lokal tidak bisa dipandang hanya sebagai wilayah sosial dan budaya belaka Baca entri selengkapnya »

Komentar Terakhir