Saat ini perubahan informasi yang terjadi di masyarakat tidak lagi dalam skala minggu atau hari atau bahkan jam, melainkan sudah berada dalam hitungan skala menit dan detik. Sementara dari aspek media yang ada memiliki sifat dasar bisa memperluas isolasi moral dari lingkungan dalam waktu bersamaan juga mengasingkan orang dari realitas personal.

Sosialisasi pada dasarnya menunjuk pada semua faktor dan proses yang membuat setiap manusia menjadi selaras dalam hidupnya di tengah-tengah orang lain. Sehingga meskipun proses sosialisasi yang dijalani setiap orang tidak selalu sama, namun secara umum sasaran sosialisasi mencakup upaya berbagi pengetahuan atau keterampilan, penyediaan ruang komunikasi atau pertukaran ide atau gagasan, serta pembiasaan untuk berpikir atau bertingkah laku agar selaras dengan nilai dan norma, termasuk dalam pembentukan karakter bangsa.

Ada tiga sifat alami media berkaitan dengan konstruksi pendidikan karakter bangsa, pertama, sebagai intensifier, yaitu memunculkan atau mempertajam konten pendidikan karakter bangsa. Dengan posisi sebagai intensifier, media bisa menyebarluaskan informasi pendidikan karakter bangsa sehingga menjadi perhatian bagi khalayak sasaran. Kedua, sebagai deminisher, yakni media menenggelamkan beragam konten pendidikan karakter bangsa. Secara sengaja media meniadakan pendidikan karakter bangsa, terutama bila menyangkut kepentingan ideologi atau pragmatis media. Ketiga, media menjadi pengarah, yakni media menjadi mediator dengan menampilkan pendidikan karakter bangsa dari berbagi perspektif serta mengarahkan pihak-pihak yang berkepentingan pada upaya dukungan bagi pendidikan karakter bangsa. Sosialisasi dapat dipahami sebagai kegiatan komunikasi ditujukan untuk membentuk kesadaran, memengaruhi persepsi dan sikap individu, kelompok, atau masyarakat.

Untuk memaksimal peluang sukses kegiatan komunikasi, pemanfaatan media bisa dipadukan dengan komunikasi langsung dan pemanfaatan saluran komunikasi yang berbasis pada komunitas. Namun demikian, waktu pelaksanaan sosialisasi bukan hanya sesaat. Bahkan membutuhkan hampir seumur hidup. Oleh karena itu, tujuan sosialisasi melalui media bukan hanya memberikan pemahaman akan karakter bangsa, namun juga diarahkan untuk memberikan pemahaman akan konsekuensi tindakan dan kemampuan memilih secara rasional dalam setiap konteks hubungan sosial. Sosialiasi juga diarahkan untuk memberikan pemahaman akan kemampuan melakukan penilaian antara baik dan buruk dan mengontrol sikap dan perilaku agar sejalan dengan nilai-nilai karakter bangsa.

Media kini menjadi bagian penting dalam proses interaksi antar manusia. Media semakin berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia akan informasi. Komunikasi melalui media massa dapat diperoleh begitu saja (earned) atau dibayar (paid). Earned media mengacu pada wawancara-wawancara, cerita-cerita, atau liputan kegiatan-kegiatan program yang dilaporkan oleh pekerja media karena memiliki nilai berita. Pola seperti itu merupakan sebuah cara untuk mengkomunikasikan pesan kepada khalayak tanpa mengeluarkan biaya. Paid media membutuhkan pengelola program untuk menggunakan sumber dayanya untuk membeli kolom iklan di surat kabar atau jam tayang di radio atau televisi atau ruang di media interaktif.

Meskipun bentuk paid media membuat kampanye program mengerahkan sumber daya yang berharga, bentuk ini memberi kesempatan untuk menyampaikan pesan secara langsung kepada khalayak tanpa disaring lagi oleh pekerja media. Keberadaan media interaktif yang semakin hari menunjukkan perkembangan mempersempit hambatan ruang dan waktu cukup mempengaruhi keberadaan media konvensional yang lebih dulu muncul. Perkembangan terkini, konvergensi media yang mengusung konsep penyatuan berbagai layanan informasi dalam satu piranti informasi membuat satu gebrakan digitalisasi. Baik media konvensional maupun media elektronik saling melengkapi untuk memaksimalkan peran dalam kegiatan sosialisasi. Hal inilah yang bisa dimanfaatkan dalam sosialisasi pembangunan karakter bangsa untuk memastikan bahwa semua khalayak terjangkau dan memahami tujuan program.(m)