Prediksi Organisasi Buruh Internasional (ILO) mengenai situasi global dan nasional berkaitan dengan jumlah pengangguran di Indonesia yang akan meningkat hampir dua kali lipat akibat krisis ekonomi global layak diperhatikan. Di Indonesia diperkirakan angka pengangguran akan direvisi pada 1,43 persen. Apabila krisis tidak melanda maka pengangguran di Indonesia hanya akan mencapai 7,44 persen. Namun sebaliknya bila terjadi krisis diperkirakan akan merangkak naik menjadi 8,87 persen.
Sampai bulan kedua 2009 terdapat peningkatan jumlah pengangguran sebanyak 250 ribu pekerja migran kembali ke Indonesia. Diperkirakan 300 ribu pekerja migran di Malaysia akan kembali ke Indonesia. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) memperkirakan jumlah tenaga kerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih dari 500.000 selama krisis terjadi.
Dalam laporan akhir tahun 2008, Departemen Perindustrian menyebutkan persoalan yang dihadapi industri. Sejumlah permasalahan mendasar pada tataran makro dan mikro industri, serta infrastruktur penunjang industri, merupakan ”pekerjaan rumah” yang belum terselesaikan. Dua hal tersebut sejatinya saling berkaitan dengan adanya fenomena ancaman PHK yang telah diprediksikan sejak akhir tahun 2008 lalu.
Sektor industri merupakan sektor yang mengalami pukulan atas krisis yang tengah berlangsung. Sebenarnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai paket insentif bagi pelaku industri, antara lain berupa pajak pertambahan nilai dan bea masuk yang ditanggung pemerintah. Namun, di kalangan pelaku industri masih ada kecenderungan ketidakjelasan pihak mana atau subsektor mana yang berhak menerima insentif dan bentuk insentif yang perlu diberikan.
Dari sisi makro, jauh sebelum krisis global mulai bergulir akhir 2008, persepsi bahwa Indonesia mengalami gejala deindustrialisasi, karena kemunduran sektor industri, telah diperdebatkan. Ine Minara S Ruky, Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia (November 2008… ) mengingatkan industrialisasi tidak bisa disamakan dengan membangun pabrik-pabrik. Akan tetapi lebih pada bagaimana pabrik-pabrik dan sektor-sektor industri dibangun saling memperkuat satu sama lain. Disinilah peran koordinasi negara diperlukan.
Mampukah Roadmap Atasi PHK?
Pada 2007-2008, Departemen Perindustrian merampungkan peta jalan (road map) pengembangan industri. Peta jalan serupa yang didapat dari rangkaian diskusi intensif dengan pelaku masing-masing subsektor industri juga telah disumbangkan oleh Kadin Indonesia pada 2007. Tinggal bagaimana mengupdate dan menyesuaikan dengan tantangan serta permasalahan di masa krisis sekarang ini.
Mungkin pandangan Jeffrey D. Sachs, Guru Besar Ekonomi dan Direktur Earth Institute pada Columbia University perlu diperhatikan. Hal yang paling penting untuk menangani persoalan yang ada di masa krisis adalah keseriusan dan fokus pada masalah yang harus diselesaikan berdasarkan seperangkat solusi yang jelas, seperti kebutuhan infrastruktur dan kebutuhan riil masyarakat.
Krisis tentu menjadi peluang, jika seluruh sumber daya dapat disinergikan untuk mengolah momentum itu menjadi saat berbenah diri. Dan hal terpenting dalam krisis adalah bagaimana pilihan komunikasi oleh pemerintah secara tepat kepada pekerja dan pengusaha agar tidak muncul kericuhan dan hal-hal yang kontraproduktif.
[mth]

2 comments
Comments feed for this article
Februari 7, 2009 pada 5:43 pm
budirich
terkdang kasihan klw harus melihat penduduk Indonesia yg terkena PHK, Krena 1 kpla rmah tangga di PHK setidaknya ada 3-4 orang yg kesulitan. semoga Indonesia lebih baik lagi.Aamin.
blog ya bagus mas
Februari 7, 2009 pada 5:48 pm
mth
terima kasih, pak budi… semoga saja tengara Menko Perekonomian benar bahwa i Indonesia kondisi ekonomi selalu pada kondisi anomali sehingga tak terjadi PHK terlalu besar. Tapi saya yakin bahwa kemampuan dan daya tahan orang Indonesia sangat tangguh. Krisis 98 lalu membuktikan hal itu.