You are currently browsing the daily archive for Mei 24th, 2008.

Beberapa hari terakhir, jelang pengumuman kenaikan BBM ada banyak iklan layanan masyarakat yang muncul di televisi. Bahkan setelah pengumuman kenaikan, pagi ini (24/5) beberapa media nasional dan mungkin juga lokal memuat pula iklan tentang kenaikan BBM.

Kalau di televisi appeal yang ditampilkan dan ditonjolkan adalah cita seorang perempuan. Dua menteri menjelaskan situasi dan ada yang menekankan “If I wish..“, mencoba berandai-andai… Sementara di koran ada banyak data yang ditampilkan cuma sedikit tidak bisa dibaca serta dilacak siapa pemasangnya. Jika anda cermat akan kutipan seperti disclaimer pada iklan rokok, mungin kesimpulan anda pasti akan sama dengan saya. Itu iklan pemerintah.

Memang tak ada larangan pemerintah beriklan. Bahkan (sayangnya saya tak punya data) sewaktu krisis tahun 97-98an dulu, yang turut menggairahkan dunia periklanan di Indonesia adalah iklan pemerintah. Ketika dunia usaha harus menghitung biaya produksi, maka orang-orang iklan secara kreatif mengajak pemerintah untuk beriklan.

Apa Harus Selalu Kaku? Read the rest of this entry »

Kebijakan pemerintah yang berkenaan dengan pengurangan subsidi BBM sudah diumumkan. Implikasi kebijakan ini adalah kenaikan harga BBM rata-rata sebesar 28,7% dari harga semula. Premium naik menjadi Rp6.000 dari Rp4.500 sebelumnya, solar menjadi Rp5.500 dari Rp4.300 dan minyak tanah menjadi Rp2.300 dari Rp2.000,    Harga BBM baru ini mulai berlaku Jumat (23/5) tengah malam Pukul  00.00 WIB.

Sebelumnya kebijakan itu telah mendatangkan banyak perdebatan pro dan kontra. Mulai dari debat wacana di media massa hingga aksi demonstrasi berbagai elemen masyarakat yang telah berlangsung sekitar dua minggu. Keputusan pemerintah dinyatakan diambil atas dasar melonjaknya harga minyak di pasaran dunia yang sempat menyentuh 126 dollar AS per barrel pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Ketika subsidi masih diberikan, tentu akan membebani alokasi anggaran untuk program yang lain, yang lebih diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Sebuah logika yang jauh dari keseharian masyarakat miskin dan masyarakat kebanyakan seperti saya. Read the rest of this entry »