You are currently browsing the daily archive for Februari 20th, 2008.
Beberapa waktu lalu, kembali masalah lumpur panas yang keluar dari lokasi eksplorasi PT Lapindo Brantas di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, menjadi bahan berita media massa. Ketika anggota dewan menyoal laporan investigasi tim DPR dan akhirnya menepakit kembali interpelasi (kontan sang korban harus gigit jari karena telah menjadi komoditas politis).
Masalah lumpur ini memang bukan soal sepele. Sampai-sampai karena berhati-hati, Presiden pun tidak menyebut sebagai bencana ataupun kelalaian perusahaan. Tapi menyebutnya: disaster (tanpa diindonesiakan). Dampaknya pun sudah merugikan banyak pihak. Kerugian ekonomi dari kejadian ini dipastikan mencapai puluhan atau bahkan ratusan miliar rupiah, sedangkan biaya sosial dan lingkungan jelas juga semakin tinggi setiap harinya.
Dari pemberitaan di media massa, persoalan yang dialami para korban (sekalipun pemerintah belum secara resmi menyebut sebagai korban tapi terdampak) belum diselesaikan secara komprehensif. Permasalahannya sederhana, kebutuhan para korban tidak bisa distandarisasikan dengan sama. Karena dalam memahami kebutuhan masyarakat tidak bisa dalam perspektif tunggal. Memahami kebutuhan masyarakat harus berpijak pada situasi bahwa secara faktual ada kebutuhan yang berbeda dari setiap individu.
Sayangnya perbedaan kebutuhan dalam masyarakat ini tidak bisa ditangkap oleh sebagian besar pengambil kebijakan baik dalam situasi normal maupun darurat. Belum lagi persoalan distribusi yang tidak terkoordinasikan dengan baik serta birokrasi panjang dalam proses penanganan dan penanggulangan. Tentunya hal ini berdampak pada aspek-aspek lain tetapi untungnya media massa bisa menangguk rupiah.
Dan nanti jelang akhir Mei, media pun banyak mengekspos kembali, jika penanganan tak kunjung jelas. Tapi satu ingatan yang membekas pada benak saya beberapa tahun lalu. Tentu kini sangat jauh beda, ketika setiap pagi dan petang melintas kawasan itu dengan kereta penataran jurusan Malang-Surabaya. Saya juga tak tahu, apakah kereta itu masih bisa berjalan di tengah kondisi seperti ini.
[mth]

Komentar Terakhir