Jika anda pegawai rendahan, memiliki sedikit kemampuan, dan bisa bekerja dengan sigap. Bersiap-siaplah untuk menjalani hidup dalam situasi serba mendadak. Pasalnya, atasan anda cenderung menumpukan beberapa pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan dengan cara biasa kepada anda.

Tugas dadakan ada enaknya juga banyak tidak mengenakkan. Enaknya, anda mendapatkan pengalaman dan tantangan baru untuk menyelesaikan pekerjaan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkatnya. Namun tidak mengenakkannya adalah tugas rutin anda akan terbengkalai. Walhasil, sehabis tugas mendadak ini rampung, berarti ada tugas rutin yang terpaksa molor waktunya untuk diselesaikan.

Bagi beberapa orang, tugas mendadak bisa dijalankan dengan lancar, bahkan bisa dinikmati. “Terutama bagi mereka yang berbakat multi-tasking,” kata teman saya meminjam istilah yang kerap dipakai dalam dunia komputer. Namun bagi orang kebanyakan, tugas mendadak walau merepotkan tetap saja dilakukan juga, meski dengan setengah protes. Tapi, mau protes ke siapa, wong yang memerintahkan juga atasan. Bisa-bisa punya kondite minus.
***

Mendadak perlu dibedakan dengan pendadakan. Dalam dunia militer, khususnya dalam dasar-dasar serangan, surprising attack merupakan langkah taktis yang penting dan utama serta acapkali bersifat vital dalam suatu pertempuran/perang.

Serangan pendadakan umumnya dilancarkan dengan dua maksud, yakni memukul musuh dengan telak sekaligus memberikan shock therapy serta merupakan langkah yang menentukan suksesnya manuver lanjutan. Contohnya, adalah serangan Jepang terhadap Pearl Harbour dalam Perang Dunia II yang membuat kacau balau tentara Amerika.

Pendadakan,dengan pemahaman di atas menampilkan nuansa terencana dan disengaja dalam suatu tindakan. Sementara, istilah mendadak memunculkan kesan sekalipun disengaja namun jauh dari kriteria perencanaan yang baik. Mendadak lebih karena keterdesakan, terutama karena waktu. “Bak jurus mabuk akibat diserang dan dikejar anjing, hasilnya kemudian yang penting asal jadi,” kata seorang konsultan manajemen.
***

Di kalangan pegawai negeri sipil, istilah pendadakan hampir tidak bisa ditemukan. Selalu yang ada adalah mendadak. Paling tidak ada tiga momen yang sangat rawan dengan kata-kata mendadak ini, pertama waktu awal tahun, saat penyusunan program, sekalipun tinggal mengulang dan sedikit menambah program yang lalu, namun seringkali dikerjakan mendekati tenggat waktu. Ketika biro perencanaan meminta rencana kegiatan, barulah dokumen itu dibuat.

Kedua, ketika pelaksanaan kegiatan, terutama  hari H. Sekalipun manusiawi, namun masih sering ditemukan banyak hal yang masih tertinggal dan menimbulkan kosa kata mendadak. Apalagi jika yang terlibat dalam kegiatan itu pejabat tinggi yang membutuhkan “pelayanan” lebih. Pasti hal-hal mendadak tidak bisa dihindari.

Ketiga, saat pelaporan yang harus dilakukan untuk mempertanggungjawabkan kegiatan baik secara administratif maupun substansi. Kebiasaan sewaktu kuliah atau sekolah dapat dipastikan tidak akan hilang. “Baru belajar semalam sebelum ujian”. Laporan pun akhirnya dikebut ketika sudah ditagih ataupun sudah perlu untuk mencairkan dana.

Jika ditambahkan, dalam evaluasi pun ada unsur pendadakan. Sebut saja istilah pemeriksaan atau pun inspeksi mendadak. Keduanya akan membawa keharusan mempersiapkan dokumen sesuai dengan kebutuhan pemeriksaan yang mungkin sudah tercerai-berai. Atau saat inspeksi mendadak akan disiapkan detail acara dan setting situasi agar tidak ditemukan penyimpangan.

Dalam situasi mendadak memang tidak ada perencanaan yang baik. Situasi ini jauh lebih banyak didominasi oleh kebijakan pimpinan atau yang memiliki kuasa. Tentang siapa melakukan apa dan bagaimana bahkan sampai hasilnya harus apa. Hilang sudah standar dan cara yang mesti dilakukan dalam text book atau teori manajemen dan administrasi. Tujuan uta-manya satu: tugas selesai! Titik!

Jadi bagi anda yang masih pegawai rendahan, sudah semestinya memahami bahwa mendadak adalah sebuah kebijakan yang mungkin tak bisa ditolak atau ditawar sedikit pun. Akhirnya andalah yang harus bijak mengolah dan melakukan langkah yang tepat. Memilah dan memilih cara mana yang terbaik dan tercepat tanpa harus menyusahkan diri sendiri. Selamat mendadak!

[mth]